Jangan Overthinking Lagi – Preview Southampton vs Arsenal

IDGooners.com – Dua kekalahan beruntun dari Crystal Palace dan Brighton menunjukan bahwa skuad Mikel Arteta masih punya banyak kelemahan. Semua orang bilang bahwa penyebab utamanya adalah kedangkalan skuad. Memang betul, tapi bukan berarti dengan tim yang tipis Arsenal boleh kehilangan poin semudah itu.

Sudah banyak yang membahas secara taktikal, apa penyebab Arsenal kalah dua kali beruntun. Tapi, dari semua analisis bisa kita tarik garis bahwa alasan paling mendasar adalah Arteta yang terlalu overthinking. Jika pelatih asal Spanyol ini berpikir lebih sederhana, ia tidak akan memaksa dengan tetap bermain 4-4-3 dan mengorbankan Tavares. Secara organisasi jelas terlihat sangat tidak seimbang. Pada preview lawan Brighton pekan lalu, kita menyebutkan bahwa ada opsi Arteta untuk kembali bermain 4-2-3-1 dengan double pivot.

Saking overthinking-nya Arteta, dia terlalu fokus “mengakali” di posisi bek kiri. Padahal, masih banyak masalah yang ga kalah penting dan harus segera diselesaikan. Sabtu malam nanti, di St. Mary’s Stadium, Don Mikel jangan sampe overthinking lagi.

TAVARES GA SEBURUK ITU KOK

Tavares hadir di Emirates Stadium tentu bukan sebuah kebetulan. Arteta menginginkan seorang bek sayap yang tidak hanya piawai dalam bertahan tetapi juga punya atribut menyerang. Dalam skema 4-3-3 impianya, kedua bek sayap harus punya kemempuan bertahan dan menyerang sama baiknya.

Namun sayangnya, performa yang Tavares tunjukan belum sampai ke sana. Pemuda asal Portugal ini sudah cukup menunjukan keahliannya dalam membantu serangan. Namun soal bertahan, ia masih banyak berlatih. Terutama kecerebohannya yang sering kali berakibat fatal untuk gawang Aaron Ramsdale.

Ia tampil cukup baik di awal musim dan membantu The Gunners berhasil bounce back dari tiga kekalahan beruntun. Tapi perlu kita ingat bahwa kala itu Arteta masih menggunakan skema 4-2-3-1 dengan double pivot. Maka dari itu, di tengah krisis kedalaman skuad seperti sekarang, kembali ke 4-2-3-1 adalah pilihan yang cukup masuk akal. Dengan double pivot, Tavares bisa lebih leluasa dalam membantu serangan karena ada dua pemain yang bisa menutup posisinya. Ia juga tidak terbebani beban yang terlalu berat sehingga kualitasnya bisa lebih muncul.

WAKTUNYA LACA ISTIRAHAT

Berkat Arteta yang overthinking, ia tidak berani atau tidak tega mengistirahatkan Laca yang performanya terus menurun. Mari kita kesampingkan soal mencetak gol karena kita harus sadar bahwa peran Laca di musim ini bukan hanya tentang menjebol gawang. Peran Laca hampir seperti seorang false 9, sayangnya ia kurang konsisten untuk selalu tampil cemerlang dalam menjalankan peran false 9.

Seorang false 9 harus mampu punya resistensi yang tinggi dan nyaman dalam situasi marking lawan. Sehingga, bek lawan terpaksa harus selalu mengikutinya. Saat itulah ruang tercipta untuk dua sayap Saka dan Martinelli. Namun, dalam 2-4 pertandingan terakhir, Laca justru terkesan tidak terlalu kuat dalam menjalankan peran false 9.

Sehingga, bek lawan tidak merasa bahwa Laca berbahaya. Pada akhirnya mereka lebih memilih menjaga areanya dan tidak ada ruang bagi Saka dan Martinelli.

Ada baiknya Laca tampil dari bangku cadangan dan memilih Martinelli atau Smith Rowe atau bahkan Nketiah di posisi nomor 9. Penulis sangat ingin melihat Smith Rowe bermain sebagai false 9 menggantikan Laca. Dan tetap mengandalkan Martinelli dan Saka di sayap. Namun jika melihat kebiasaan Arteta, andai Laca diistirahatkan sepetinya pilihanya adalah Nketiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *