Pedih – Review Arsenal 1 – 2 Manchester City

IDGooners.com – “Pedih” adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan apa yang saya tonton di pertandingan semalam. Pertandingan penuh dinamika, emosional, dan rasa bangga. Sebagai peringatan awal, review ini berpotensi sekali memiliki subjektivitas yang tinggi. Berbeda dengan review yang biasa saya tulis, saya tidak akan menampilkan berbagai statistik atau alat analisis lain. Karena semua itu sudah pudar sejak berbagai inkonsistensi sang pengadil nampak jelas di lapangan.

Sebagai fans Meriam London seharusnya saya dan anda sudah terbiasa dengan keputusan wasit yang wadadadaw. Tapi biasanya, seburuk-buruknya penampilan wasit, masih kalah buruk dengan performa Arsenal pada laga itu. Sehingga, saya masih bisa mengesampingkan anehnya keputusan wasit dan fokus dengan buruknya permainan The Gunners.

Tapi, laga semalam berbeda. Arsenal bermain seperti Arsenal yang seharusnya. Meskipun dihuni banyak pemain muda, tapi mereka berani melawan Manchester City. Pressing yang terstruktur dan ketat dan tidak selalu menunggu di babak sendiri. Arsenal memberikan perlawanan sengit kepada tim yang sudah form sejak 4-5 musim yang lalu.

Maka dari itu, rasanya pedih sekali ketika menonton pertandingan yang amat seru, namun seketika direnggut oleh keputusan-keputusan wasit yang tidak konsisten.

Tapi tenang, saya tidak akan membahas keputusan wasit, saya mau curhat aja.


Babak Pertama yang Menghibur

Sejak peluit pertama berbunyi, atmosfer panas sudah terasa. Dua belah tim yang penuh ambisi ditambah teriakan supporter di pinggir lapangan. Tidak lupa, cuitan di timeline twitter yang ikut memanaskan jari-jari pundit layar kaca. Saya punya perasaan bahwa pertandingan ini akan berjalan penuh dengan drama.

Saya mengira bahwa Arteta hanya punya dua pilihan. Bertahan di babak sendiri dan mengincar serangan balik atau meluncurkan pressing ketat yang terstruktur dan mempersempit ruang bergerak Manchester City. Tapi, setelah laga berjalan sekitar 25 menit, perkiraan saya salah besar.

Arteta tidak memilih antara dua piihan tersebut, tapi ia memainkan keduanya dengan timing yang pas. Babak pertama strategi tersebut berjalan lancar. Akibatnya Manchester City gagal untuk melesatkan tendangan ke arah gawang. Beberapa kali, pressing di area pertahanan lawan berbuah manis. Berhasil merebut bola dan melesatkan tembakan 5-7 detik kemudian.

Saat menurunkan garis pertahanan, koordinasi di bawah Gabriel dan White berjalan solid. Awalnya Manchester City berusaha membongkar pertahanan dari sisi kiri karena Cancelo di sisi kanan sedikit terganggu dengan kecepatan Martinelli sehingga ia ragu untuk terlalu naik membantu lini serang. Namun, Tomiyasu selalu bisa menjadi orang yang merusak kombinasi bola pendek di area kanan pertahanan Meriam London.

Menciptakan lebih banyak peluang berbahaya akhirnya membuahkan hasil. Gol dari Bukayo Saka berawal dari pertahanan yang solid disusul dengan aliran bola yang cepat dan diakhiri dengan penyelesaian akhir yang sangat dewasa dari Bukayo Saka. Gol yang sangat layak untuk Arsenal di babak pertama.

Praktis di babak pertama seluruh pemain Arsenal bermain sangat amat keren.

4 Menit Ajaib

Babak berdua berjalan normal-normal saja. Arsenal masih menerapkan strategi yang sama. Tapi, Manchester City lebih berbahaya di babak kedua. Mereka lebih banyak menyerang dari sisi kanan melalui Bernardo dan Mahrez sehingga membuat Tierney cukup kewalahan.

Namun tiba-tiba, menit ke-56 Manchester City dapet penalti, menit ke-58 Martinelli buang peluang besar, menit ke-59 Gabriel Magalhaes kena kartu merah. Tiga momen besar terjadi. Tiga momen itu yang merubah intensitas pertandingan. Sungguh ajaib sekali.

Pedih Tapi Bangga

Musim ini, Arsenal di bawah tangan Arteta telah mengalami 7 kekalahan. Enam kekalahan sebelumnya saya menerima atas dasar penampilan The Gunners yang tidak lebih baik dari lawannya. Tapi, kekalahan yang ke-7 ini, saya merasakan pedih sekaligus bangga. Alasan pedih mungkin sudah bisa anda simpulkan, begitu juga dengan bangga.

Tapi, ada indikasi lain bahwa Arsenal musim ini berada di jalan yang benar. Pada pertandingan semalam, anda pasti sabar beberapa kali pasukan Pep Guardiola melesatkan tendangan dari luar kotak penalti yang sangat spekulatif. Ini menunjukan bahwa mereka kesulitan dan sedikit frustasi dalam membongkar pertahanan Meriam London.

Mereka juga membutuhkan penalti dan gol di penghujung laga untuk mengalahakan skuad yang mayoritas dihuni oleh pemain muda. Ingat selebrasi Rodrigo? terlihat seperti dia telah mencetak gol penentu juara dunia. Padahal, yang mereka hadapi adalah tim yang baru terbentuk setengah musim ini. Bahagia banget keliatanya yak.

Anyway, saya yakin anda juga merasa bangga. Kita hanya kehilangna 3 poin. Masih ada 54 poin yang bisa kita kumpulkan. Melihat progress mental semalam, kita sudah ada di jalan yang benar. Jadi, mari kita tetap berdiri di belakang meriam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *