Pentingnya Rumput Lapangan Sepak Bola

IDGooners.com – Ada banyak rumput yang hidup di dunia ini. Mulai dari rumput ilalang, rumput teki, sampe rumput tetangga. Semua rumput punya fungsi dan peran nya masing-masing. Bahkan, kita gabisa sembarangan menyandingkan antara spesies rumput satu dengan yang lainnya. Semua punya tempatnya masing-masing.

Begitu juga dengan rumput lapangan sepak bola. Benda berwarna hijau ini pasti kita lihat di setiap pertandingan sepak bola. Mulai dari level tarkam sampe pertandingan yang levelnya internasional. Rumput di lapangan sepak bola bahkan punya kasta-kasta layaknya kehidupan sosial kita.

Berhubunga soal rumor transfer udah basi, mari kita bahas soal rumput aja.

Jenis Rumput Lapangan Sepak Bola

Untuk pertandingan level internasional, ga sembarang rumput yang tertanam untuk jadi “lantai dansa” para pemain. Rumput yang dipakai harus benar-benar mendukung performa pemain. Bahkan, penggunaan rumput perlu memperhatikan bagaimana efek rumput tersebut terhadap bola, pull sepatu, sampai keamanan untuk pemain.

Meskipun FIFA membuat standar rumput lapangan sepak bola, sayangnya standar tersebut tidak bisa selalu terpenuhi. Khususnya untuk pertandingan yang bukan level internasional. Rumput-rumput yang banyak tertanam di lapangan sepak bola tarkam bahkan stadion tim sepak bola nasional juga macam-macam. Karena kemampuan setiap pemilik tim masih belum se-mapan tim kelas dunia.

Meskipun begitu, sudah banyak stadion di Indonesia yang menggunakan rumput level internasional. Ini adalah sebuah kemajuan yang patut diapresiasi untuk perkembagnan sepak bola Indonesia. Melansir dari indosport, ada tiga jenis atau spesies rumput yang banyak digunakan di lapangan sepak bola :

1. Axonopus compressus

Rumput jenis ini sering disebut sebagai rumput gajah. Secara kualitas, rumput jenis ini tidak memiliki kualitas yang cukup baik. Secara morfologi, daun dari Axonopus compresus cukup lebar. Hal ini menyebabkan permukaan daun menjadi kaku dan kurang elastis. Dengan sifat daun seperti itu cukup menganggu aliran bola dan interaksi antara rumput dan pull sepatu yang kurang nyaman. Walaupun begitu, rumput gajah masih menjadi mayoritas rumput yang digunakan di banyak lapangan sepak bola Indonesia. Hal ini disebabkan karena rumput berwarna hijau gelap ini memiliki biaya perawatan yang relatif mudah dan tidak banyak terpengaruh oleh cuaca.

2. Cynodon dactylon

Rumput jenis ini secara kualitas sedikit lebih baik dari rumput gajah. Rumput yang juga disebut sebagai rumput bermuda juga banyak tumbuh di lapangan sepak bola Eropa dan Amerika. Salah satu kekurangan rumput ini adalah akar yang terlalu kuat. Sehingga, pengelola lebih banyak menggunakan rumput ini pada musim dingin. Sama seperti rumput gajah, rumput bermuda memiliki biaya perawatan yang relatif murah.

3. Zoysia matrella

Ini adalah rumput yang paling layak untuk lapangan sepak bola. Zoysia matrella juga biasanya disebut sebagai rumput manila memiliki kualitas yang tinggi. Rumput ini punya sifat elastis sehingga memudahkan bola untuk bergulir tanpa hambatan. Selain itu, elastisitasnya membuat pemain cukup nyaman dalam berlari. Dari segi keamanan, rumput manila memiliki sifat empuk walaupun teksturnya sedikit runcing. Sehingga, apabila pemain terjatuh, rasa sakitnya sedikit berkurang berkat sifat empuk rumput manila. Kualitas rumput ini tentu perlu memakan biaya perawatan yang relatif lebih malah dari dua rumput sebelumnya.

Fungsi Rumput Yang Berpola

Anda pasti sadar bahwa banyak rumput stadion, khususnya markas klub top eropa yang rumputnya membentuk pola. Sebagian besar membentuk pola garis belang-belang. Tapi ada juga yang berpola radial (melingkar). Pemandangan ini tentu menambah ketertarikan para penikmat sepak bola.

Ternyata, penggunaan pola seperti ini tidak hanya bertujuan untuk soal estetika saja. Dengan membentuk pola bergaris, ini akan membantu hakim garis dalam memutuskan posisi ofside/onside. Untuk pelatih, ini akan berguna untuk membagi zona permainan. Bagi pemain, pola pada rumput lapangan memudahkan dalam memperkirakan jarak dan ruang di antara pemain.

Maka dari itu, dalam pembuatan pola ini gak sembarangan. Gradasi warna yang membentuk pola atau garis semu antar dua warna rumput yang berbeda bukan dibuat dengan cara membedakan tinggi rumput. Justru tinggi rumput di lapangan sepak bola harus seragam. Jika tidak, maka pergerakan bola akan berbeda. Tentu jika demikian, sangat menyulitkan pemain.

Metode yang paling lumrah adalah dengan merekayasa arah tumbuh rumput. Dengan perbedaan arah rumput maka akan terjadi pantulan cahaya yang berbeda. Sehingga akan menimbulkan kesan perbedaan warna. Apabila rumput tumbuh menjauhi sudut pandang kita, maka rumput tersebut akan terlihat lebih cerang ketimbang rumput yang tumbuh mendekati sudut pandang kita. Dengan mengatur arah tumbuh atau arah hadap rumput pada luasan tertentu, maka akan menimbulkan pola yang sering kita lihat di stadion.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *