Preview Lini Depan Arsenal Musim 2021/2022

IdGooners.com – Sampai saat ini, tidak ada satu pun striker baru yang berhasal Arteta datangkan ke Emirates Stadium. Materi pemain tidak jauh berubah. Terhitung hanya Folarin Balogun lah muka baru di lini serang Arsenal. Jika sampai jendela transfer di tutup masih tidak ada rekrutan pemain baru untuk menyegarkan lini serang, artinya Arteta harus bisa memaksimalkan pemain yang ada.

DAFTAR PEMAIN

sumber foto : Arsenal.com

POLA PERMAINAN

Jika melihat daftar pemain, belum ada satu pun pemain baru yang datang ke Emirates Stadium. Barisan depan masih terdiri dari Aubameyang, Lacazette, Pepe, dan sebagainya. Hanya ada satu pemain baru yang datang dari tim U-23 yang kali ini mendapat kepercayaan Arteta, yaitu Folarin Balogun. Bercermin dari daftar pemain yang tidak banyak berubah dan pengalaman musim lalu yang tidak banyak variasi, kemungkinan besar musim ini pola serangan Arsenal tidak akan jauh berbeda dari musim lalu.

Ketika Arteta memasang Lacazette sebagai stiker utama di depan, maka yang akan aktif adalah dua sayap di kiri dan kanan. Lacazette akan sering turun ke belakang dan menciptakan ruang di belakangnya. Atau, Lacazette decoy ke arah kiri atau kanan untuk menciptakan peluang kombinasi satu dua sentuhan.

Berbeda jika Aubameyang yang menjadi ujung tombak. Pemain berkebangsaan Gabon itu akan menjaga area permainan Arsenal dengan tidak terlalu sering turun menjemput bola dan memilih bermain di area pertahanan cukup dalam. Strategi tersebut bertujuan agar pemain belakang lawan tidak terlalu mendekat ke arah garis tengah sehingga area permainan Arsenal tetap leluasa. Namun, posisi seperti ini membutuhkan suplier bola yang ulung seperti Mesut Ozil yang sudah hengkang.

Siapapun yang menjadi striker utama, peran sayap di sisi kanan dan kiri sangat krusial. Pilihan utama Arteta musim ini akan jatuh kepada Pepe di sisi kanan dan Bukayo Saka atau Aubameyang di sisi kiri. Kekuatan Pepe ada pada tembakan melengkung R2 + kotak dari sisi kanan yang musim lalu berulang kali berhasil dikonversi jadi gol. Jangan biarkan Pepe terlalu dekat dengan garis lapangan dan memaksa dia melakukan umpan silang. Karena bukan itu kekuatan Pepe. Pepe perlu ruang untuk melakukan cut inside dan Bellerin yang akan memanfaatkan ruang di tepi kanan lapangan. Berbeda halnya ketika bola berada di area kiri. Saka/Aubameyang, Tierney, dan Emile Smith Rowe akan melakukan kombinasi untuk mengacaukan pertahanan sisi kanan lawan. Produk kombinasi kebanyakan akan menjadi umpan silang ke dalam kotak penalti atau umpan mendatar ke lini ke dua. Variasi antara sisi kanan dan kiri bisa sangat dimanfaatkan The Gunners untuk mendulang angka.

sumber : Channel Youtube Arsenal

PEMAIN KUNCI

Berkaca performa di musim lalu, Lacazette akan mendapatkan peran yang penting di lini depan. Kemungkinan besar Lacazette akan menjadi pilihan utama Arteta. Musim lalu dia mencetak 13 gol untuk Arsenal. Peran Lacazette bukan hanya sebagai striker. Namun, Lacazette juga berperan sebagai pemain yang membuka ruang agar Aubameyang, Pepe, atau ESR bisa masuk. Kunci permainan Lacazette adalah penempatan posisi. Lacazette juga sudah berpengalaman dan bermain cukup konsisten. Meskipun begitu, Lacazette masih memiliki banyak kekurangan. Salah satunya adalah lemah dalam duel udara.

KELEBIHAN

Barisan lini depan yang tidak mayoritas terdiri dari pemain muda, membuat lini depan Arsenal sangat memungkinkan untuk melakukan high press. Apalagi jika Martinelli, Bukayo Saka, dan Emile Smith Rowe main bersamaan. Determinasi dan semangat membara anak muda membuat mereka mampu berlari untuk melakukan high press hampir sepanjang pertandingan. Faktor ini yang jarang dimiliki oleh tim bertabur bintang. Arteta harus bisa memanfaatkan determinasi pemain muda untuk meraup poin sebanyak mungkin.

KEKURANGAN

Musim lalu, Arsenal memang termasuk dalam salah satu tim yang tidak banyak kebobolan. Tapi, fakta finish di peringkat 8 berasal dari lini depan yang sangat amat tumpul. Pertahanan, penguasaan bola, dan menciptakan peluang bukan masalah yang kritis. Tapi, efektivitas dan ketajaman dari pemain depan sangat menurun. Bercermin dari laga pra musim, masalah efektivitas terlihat belum terselesaikan. Terhitung dari 6 laga pra musim, Arsenal hanya mencetak 13 gol. Kebanyakan gol datang ketika melawan tim yang secara kualitas masih di bawah Arsenal. Namun, ketika bertemu Chelse dan Totenham Hotspurs Meriam London masih kesulitan.

Aubameyang yang sangat produktif di dua musim sebelumnya, justru mendadak “mandul”. Spekulasi dari kalangan fans mulai bermunculan dari mulai faktor umur sampai faktor beban kapten. Namun, musim ini Arteta, Aubameyang, dan sederet lini depan lainnya harus bisa membuktikan ketajamanya/

Permasalahan efektivitas berasal bukan hanya dari performa individu, tetapi berasal dari minimnya variasi di dalam kotak penalti. Berkaca dari musim lalu, Arsenal sangat jarang mencetak gol dari jalur udara. Striker yang The Gunners miliki juga bukan pemain yang kuat untuk bisa memenangkan duel di kotak penalti lawan. Sehingga, pilihan pola permainan Arsenal cenderung sangat mengandalkan tembakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *