Ranking 5 Transfer Musim Dingin Paling Rungkad di Arsenal

Mkitharyan vs Sanchez – GettyImages

IDGooners.com – Selain bisa membuat impact yang signifikan, transfer musim dingin juga dapat membuat sebuah tim RUNGKAD alias merugi karna memilih pemain yang kurang tepat.

Berikut adalah ranking pemain Arsenal yang paling bikin rungkad saat transfer musim dingin.

5. Ryo Miyaichi (Musim Dingin 2011)

Pertandingan terakhir ryo di Arsenal – SportsMole

Catatan transfer arsenal di tahun 2000-an relatif bagus hingga kedatangan gelandang serang asal Jepang, Ryo Miyaichi. Pemain yang kini bermain di Yokohamas F. Marinos ini menarik perhatian Arsene Wenger ketika masa trial-nya di Arsenal.

Sayangnya, Arsenal kesulitan mendapatkan izin kerja untuknya. Sehingga Wenger terpaksa meminjamkannya sebanyak empat kali. Hingga akhirnya Ryo pergi ke klub Jerman, St. Pauli karna tak kunjung mendapat performanya untuk Arsenal setelah mencatatkan 0 gol dalam 7 pertandingan.

Sekarang pada usianya yang ke-30 Ia kembali berkarir di negara asalnya.

4. Thomas Eisfeld (Musim dingin 2012)

Eisfeld bersama Lukas Podolski – Mirror

Thomas Eisfeld datang sebagai pemain muda berbakat di ujung penutupan transfer musim dingin 2012. Arsene Wenger memujinya sebagai versi yang lebih tenang dari legenda The Gunners, Robert Pires.

Dalam pernyataannya saat itu, pelatih asal Prancis tersebut menyatakan,

“Dia mirip dengan Pires. Lari ke kotak penalti secara diam-diam dan muncul tiba-tiba. Saat dia mendapat posisinya, dia mampu melakukan finishing dengan baik.”

Arsene Wenger, 2012 via Mirror

Meskipun hanya mencatatkan dua penampilan di level senior untuk Arsenal, Eisfeld berhasil mencetak gol melawan West Brom. Namun, setahun kemudian Arsenal tidak memperpanjang kontrak Eisfeld dan membiarkannya pergi ke Fulham.

3. Kim Kallstorm (Musim dingin 2014)

Kallstorm sempat mendapat waktu terbaiknya di Arsenal – Mirror

Setelah karir bermain cemerlang di Rennes, Lyon dan Spartak Moscow, Wenger mengajak Kim Kallstorm untuk bermain bersama The Gunners dengan status pinjaman hingga akhir musim.

Masalahnya adalah saat itu Pemain yang paling banyak disebut di kolom komentar IDGooners ini baru saja sembuh dari cedera punggungnya. Tetapi karena saat itu Arsenal sedang krisis gelandang tengah, Arsene Wenger tetap memaksa menyelesaikan negosiasi ini. Hingga akhirnya Kallstorm hanya bermain sebanyak empat kali selama dibawah asuhan The Proffessor.

Walau hanya mendapat waktu bermain yang minim, Gelandang Swedia ini sempat tampil 15 menit sebagai sorotan saat Arsenal menghantam Wigan di semi final FA Cup 2014.

“Jujurly, itu adalah 15 menit terbaik dalam hidupku. Serius.”

Kim Kallstorm, FA Cup Semifinal post match interview via Mirror

2. Denis Suarez (Musim dingin 2019)

Denis Suarez gagal tampil baik untuk Arsenal – Mirror

Fans Arsenal begitu girang saat kedatangan Denis Suarez saat Arsenal mengumumkan pinjamannya dari Barcelona pada Januari 2019, namun ternyata transfer ini tak berjalan sesuai rencana.

Gelandang tengah berkebangsaan Spanyol ini hanya hadir di lapangan sebanyak empat kali selama masa Ia berseragam The Gunners.

Suarez baru menjalani debutnya nyaris tiga bulan sejak kedatangannya diresmikan oleh Arsenal. Membuat para Gooners bertanya-tanya akan keberadaanya.

Berbeda dengan Kim Kallstorm, Denis tak pernah sekalipun mencapai performa terbaiknya di Arsenal. Hingga waktunya pulang kembali ke Barcelona, Suarez gagal membuat satu pun penampilan sebagai starter. Rungkad.

1. Pertukaran Mkhitaryan – Sanchez (Musim dingin 2018)

Keputusan transfer yang sangat buruk – Mirror

Di tahun 2018, Arsenal menghadapi situasi yang sangat buruk dimana kontrak mesin gol Arsenal, Alexis Sanchez, hanya tersisa 6 bulan.

Para fans berharap Ia bertahan, tetapi Arsenal tidak bisa berbuat apa-apa ketika Manchester United menawarkan gaji 400,000 poundsterling per pekan di Old Trafford, empat kali lipat dari apa yang Ia dapatkan di Arsenal saat itu.

Namun, Arsene Wenger dan para petinggi Arsenal merasa punya “solusi” untuk masalah itu. Mereka berhasil meyakinkan Manchester United untuk menyetujui kesepakatan pertukaran pemain yang melibatkan Henrikh Mkhitaryan.

Pada saat itu, memang Mkhitaryan adalah seorang pemain yang cukup cocok untuk menggantikan peran Alexis di lini serang Arsenal. The Gunners dan Manchester United yakin bahwa transaksi ini akan menguntungkan kedua belah pihak.

Sayangnya prediksi itu salah. Bukannya untung, kedua belah pihak malah rungkad. Alexis hanya mencetak tiga gol untuk United dan Mkhitaryan juga bermain jauh lebih buruk dari ekspektasi fans Arsenal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *